Kehebatannya sebagai seorang ahli pedang dan ronin atau seorang samurai tanpa tuan begitu melegenda hingga ke luar Jepang. Tapi tidak hanya itu saja, ia juga dikenal sebagai seseorang yang tidak terkalahkan dalam duel pedang.
1. Menang Duel Pertama Kali di Usia 13 Tahun
Dalam bukunya yang berjudul Go Rin No Sho (The Book of Five Rings), Musashi menjelaskan bahwa dirinya telah belajar tentang strategi sejak masih muda. Di usia yang masih sangat muda, yaitu 13 tahun, ia sudah melakukan duel pertamanya dan hebatnya berhasil memenangkan duel tersebut.![Lukisan yang menggambarkan Miyamoto Musashi [Image Source]](https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/Lukisan-yang-menggambarkan-Miyamoto-Musashi-1.jpg)
2. Bertarung dengan Sekolah Pedang Terkemuka
Antara usia 20 hingga 21 tahun, ia mulai melakukan beberapa pertarungan melawan sekolah Yoshioka. Yoshioka adalah sekolah bela diri terbaik dari delapan sekolah yang paling terkemuka di Kyoto. Menurut Legenda, delapan sekolah ini didirikan oleh delapan orang pendeta ahli bela diri dari Gunung Kurama.![Monumen yang menandai lokasi pertempuran Musashi dan Yoshioka [Image Source]](https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/Monumen-yang-menandai-lokasi-pertempuran-Musashi-dan-Yoshioka.jpg)
3. Menciptakan Teknik Bertarung dengan Dua Pedang
Dua kemenangan Musashi membuat keluarga Yoshioka marah. Yoshioka Matashichiro yang saat itu berusia 12 tahun dan menjadi kepala Yoshioka kemudian merencanakan penyerangan terhadap Musashi dengan membawa pasukan pemanah dan ahli pedang.![Miyamoto Musashi dengan dua pedang [Image Source]](https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/Miyamoto-Musashi-dengan-dua-pedang-e1450497035659.jpg)
4. Berduel dengan Menggunakan Bokken atau Pedang Kayu
Dari tahun 1605 hingga 1612, ia berkelana ke segala penjuru Jepang untuk meningkatkan kemampuan berpedangnya lewat duel. Diceritakan bahwa ia tidak menggunakan katana atau pedang dalam duel yang sesungguhnya, tapi hanya menggunakan bokken atau pedang kayu.![Miyamoto Musashi dengan dua bokken [Image Source]](https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/Miyamoto-Musashi-dengan-dua-bokken-e1450497072401.jpg)
5. Bertarung dalam 60 Duel dan Tidak Terkalahkan
Ketika berada di Nara, ia bertarung dan membunuh seorang praktisi kusarigama (senjata yang mirip celurit) bernama Shishido Baiken. di Edo, ia kemudian mengalahkan Muso Gonnosuke yang dari kekalahan ini kemudian mendirikan sekolah Shinto Muso-ryu yang mengembangkan teknik untuk membalik dan mengalahkan serangan Musashi dalam duel.![Patung pertempuran Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro [Image Source]](https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/Patung-pertempuran-Miyamoto-Musashi-dan-Sasaki-Kojiro.jpg)
6. Meninggal Dunia dengan Tenang
Pada tahun 1641, ia mulai menulis buku. Buku pertamanya yang berjudul Hyoho Sanju Go (35 Instruksi dalam Strategi) yang menjadi dasar bukunya yang terkenal, Go Rin No Sho. Ia yang mulai sakit-sakitan akhirnya mengungsi ke dalam gua untuk menulis buku Go Rin No Sho. Merasakan bahwa dirinya akan segera meninggal, Musashi mewariskan segala barang duniawi miliknya.![Penanda makam Musashi [Image Source]](https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/Penanda-makam-Musashi.jpg)
Sumber https://www.boombastis.com/miyamoto-musashi/51584
No comments:
Post a Comment