Sunday, March 17, 2019

Bento jepang

Apa Itu Bento?

Siapa yang tidak tahu jenis makanan yang satu ini? Tentu saja sebagian dari kita pasti sudah mengetahui apa sebenarnya “bento” ini. Bento merupakan jenis makanan khas dari Jepang yang berarti nasi bekal. Yang membuat bento terkenal adalah penyajiannya yang unik dan dinilai lucu oleh orang-orang. Menurut istilah Bahasa Jepang sendiri, bento atau o-bento adalah makanan bekal yang termasuk nasi dan lauk-pauk serta makanan pelengkap lainnya yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di mana saja. Bento bisa menjadi kudapan makan siang, malam, atau sebagai bekal saat kita berwisata atau piknik.
sama halnya dengan bahasa Inggris yang dapat kita gunakan dalam percakapan sehari-hari setiap waktu baik pagi, siang,, ataupun malam. sehingga belajar grammar menjadi sangat penting untuk bisa mengobrol bahas Inggris setiap waktu dan praktis, sama seperti bento.
Bento biasanya dikemas dan disajikan untuk porsi satu orang saja. Walaupun ada beberapa yang mengatakan dan menyajikan bento sebagai makanan bekal untuk orang banyak dalam kelompok atau keluarga.

Sejarah Bento Jepang

Tahukah kamu, kalau bento yang sekarang hits ternyata memang sudah hits dari jaman dahulu, lho. Di Jepang, pada akhir zaman kamakura, orang Jepang mengenal makanan yang praktis yang bisa dibawa-bawa berisi nasi yang tanak dan dikeringkan. Makanan ini biasa disebut dengan hoshi-ii dan dibawa dengan menggunakan tas kecil. Hoshi-ii ini bisa dimakan langsung atau direbus dalam air sebelum dimakan. Kemudian pada zaman Azuzhi Momoyama, orang Jepang akhirnya gemar untuk makan diluar rumah. Kotak kayu yang dipernis digunakan sebagai wadah untuk membawa makanan. Bento sendiri mulai dikenal sebagai makanan praktis dalam kesempatan hanami atau upacara minum teh.
Kemudian pada zaman Edo, akhirnya popularitas bento semakin meluas di kalangan rakyat banyak. Orang yang bepergian atau berwisata biasanya memang membawa makanan yang praktis yang disebut dengan koshibento. Koshibento ini terdiri dari beberapa onigiri yang dibungkus daun bambu atau nasi di dalam kemasan kotak beranyam dari bambu yang diikatkan di pinggang. Selain itu,terdapat pula jenis bento yang disebut makunouchi bento yang populer di kalangan rakyat yang sedang menonton pertunjukan noh dan kabuki. Bento ini dimakan saat pergantian layar panggung, sehingga dinamakan makunouchi bento.di zaman Edo, cara memasak, mengemas, dan menyajikan bento untuk acara-acara besar seperti hinamatsuri sudah diterbitkan dalam buku resep makanan.
Di Jepang ternyata sudah ada yang menjual bento. Penjualan paket nasi bento disebut dengan ekiben. Dimulai sejak zaman Meiji, ekiben ini dimaksudkan untuk orang-orang yang akan menikmatinya diperjalanan dengan menggunakan kereta dan seringnya merupakan hidangan khas dari daerah tempat stasiun kereta api tersebut berada. Stasiun Utsunomiya merupakan salah satu stasiun yang menyebutkan dirinya sebagai penjual ekiben yang pertama, pada tanggal 16 Juli 1885, stasiun Utsunomiya menjual ekiben berupa dua buah onigiri berisi umeboshi dan potongan asinan lobak dengan menggunakan daun bambu sebagai pembungkusnya. Bento yang dibawa oleh guru atau murid juga populer di zaman Meiji. Pada saat itu sekolah belum menyediakan kantin atau cafetaria sehingga guru dan murid harus membawa makanannya dari rumah masing-masing. Biasanya jam pelajaran baru selesai pada sore hari, nah biasanya pada waktu itu guru dan murid di Jepang menyantap bento mereka.
Sayangnya, pada zaman Taisho, adanya kesenjangan antara kaya dan miskin sangat tinggi. Hal ini terjadi seusai perang dunia I. Akhirnya munculah gerakan sosial untuk menghentikan kebiasan membawa bento ke sekolah. Bento dituduh sebagai alat pamer kekayaan bagi mereka yang mampu membawa nasi ke sekolah. Duh… miris ya..
Akhirnya popularitas bento mengalami kenaikan kembali saat diciptakan kotak dari alumunium sebagai tempat untuk membawa bento sangat digemari oleh orang Jepang karena dinilai sebagai barang mewah. Lagi-lagi, setelah Perang Dunia II tradisi membawa bento lama-lama menghilang. Hal ini dikarenakan seiringan dengan semakin banyaknya sekolah di Jepang yang menyediakan makan siang di kantin di sekolah.
source: iquitsugar[dot]com
 
Bento kembali populer pada tahun 1980-an setelah maraknya kemasan kotak plastik polistirena sekali pakai, oven microwave untuk menghangatkan makanan bento, dan semakin banyak toko makanan 24 jam. Sementara itu, bento buatan rumahan juga mulai banyak digemari, sehingga tradisi bawa bento dari rumah hidup kembali.

Ciri Khas Bento Jepang

Seperti yang sudah dijelaskan, bento merupakan nasi bekal yang terdapat di dalam kotak makan. Apa sih ciri khas dari bento Jepang sendiri? Tentu saja konsep nasi bekal tidak hanya terdapat di Jepang, namun yang membuat nasi bekal bento khas Jepang menjadi begitu populer adalah cara penyajiannya yang begitu praktis.
Sekarang ini banyak penjual bento di Jepang. Kotak makan plastik sekali pakai yang memiliki beberapa space untuk meletakan berbagai jenis makanan termasuk nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah. Disediakan pula sumpit sekali pakai untuk memudahkan kita menyantapnya dimana pun. Biasanya para penjual bento memberikan pilihan menu yang beragam dan konsumen bisa bebas memilih.
source: tastemade[dot]com
Adapun yang lebih menonjolkan ciri khas dari bento Jepang sendiri adalah bento yang dibuat di rumah. Seperti yang sudah kalian tahu mengenai bento, bentuk bento adalah bekal yang lucu-lucu. Bento yang dibuat di rumah merupakan bento yang dibuat oleh para ibu di Jepang. Para Ibu di Jepang harus memiliki keterampilan untuk membuat bento yang unik sehingga menciptakan selera makan yang tinggi. Harus disesuaikan warna, bentuk, dan tataan yang sesuai sehingga bento menjadi menarik. Kebanyakan bento yang dibuat adalah bento karakter. Baik karakter dalam princess, ataupun karakter anime. Dengan menggunakan nori, sosis, telur, selada, biji wijen hitam atau putih, jagung, dan sayuran lainnya mampu membuat bento yang sangat lucu dan rasanya sayang untuk dimakan. Hmm….

Keuntungan Membawa Bento

Orang Jepang sangat suka ke praktisan dan sangat menghargai waktu. Dengan bento, mereka tinggal membuka kotak bekal dan bisa langsung menyantap makanan yang ada di dalamnya. Selain itu, mereka juga akan menghemat waktu untuk tidak berlama-lama mencari dan memilih makanan yang akan mereka santap pada saat makan siang. Sangat efisien!



Sumber  http://www.apasih.web.id/bento-jepang-nasi-bekal-unik-yang-menggugah-selera-1079.html

Tuesday, March 12, 2019

Tomoe Gozen Samurai Wanita Terkuat dalam Sejarah Jepang

Sejak zaman dahulu kala, berbagai legenda dan kisah mengenai kehebatan wanita kerap disebarluaskan turun temurun dalam berbagai kultur. Mulai dari Suku Amazon hingga film-film yang mengatasnamakan tema yang sama seperti Xena The Warrior Princess dan Wonder Woman dengan tegas memperlihatkan sisi superior wanita. Bahwa secara fisik, wanita pun bisa sama kuatnya layaknya pria.

Dalam film Wonder Woman, contohnya, sang tokoh utama menunjukkan betapa dirinya mampu menaklukkan para lawannya—yang notabene pria—selain merupakan pasukan tentara bersenjata. Meski semua itu hanyalah rekaan fiksi yang dibuat untuk membuat kesan dramatis dan demi hiburan semata, namun tahukah Anda jika ternyata sosok wanita dengan kekuatan seperti itu memang pernah ada?

Disebutkan dalam sebuah legenda di Jepang, seorang wanita bernama Tomoe Gozen adalah seorang samurai yang mempunyai kekuatan dahsyat untuk mengalahkan musuh-musuhnya, demikian seperti dilansir dari laporan Intisari.Grid.ID, Minggu (25/03/2018).

Konon, wanita ini hidup di akhir periode Heian hingga awal Kamakura (1157-1247). Kisahnya yang melegenda di Negeri Sakura ini meuturkan betapa dirinya merupakan sesosok wanita berambut panjang nan lembut, berparas penuh pesona serta daya tariknya yang begitu kuat dan memikat.

Sewaktu berperang, Tomoe Gozen selalu mengenakan baju zirah berat, dengan membawa beberapa senjata memadai untuk berperang. Tomoe Gozen diyakini merupakan salah satu kesatria terkuat yang paling dipercaya oleh Yoshinaka. Yoshinaka sendiri merupakan seorang pejabat Jepang yang memperkerjakannya pada waktu itu.

Kemampuannya yang piawai dalam berperang juga sangat luar biasa. Banyak cerita rakyat yang mengisahkan Tomoe sebagai seorang wanita penunggang kuda yang andal. Ia juga rupanya ahli dalam memanah dan membunuh dengan pedang.
Disamakan dengan 100 Prajurit Bersenjata
Sewaktu sedang berperang, Tomoe bahkan disamakan dengan 100 prajurit bersenjata. Salah satu kisahnya yang heroik adalah saat Yoshinaka bertarung dengan pasukan Yoritomo di Perang Awazu.
Saat itu adalah tanggal 21 Februari 1184. Tomoe Gozen sempat memotong salah satu kepala musuh dalam peperangan tersebut.

Kendati pasukan Yoshinaka bertarung dengan berani, namun sayang mereka kalah jumlah sehingga tak pelak pasukan itu pun harus menyerah. Walau menyerah, waktu itu Yoshinaka tak menginginkan Tomoe tertangkap musuh. Akhirnya ia pun mengorbankan diri dan meminta Tomoe untuk kabur. Majikannya itu mengatakan, dirinya tak ingin mati membawa malu bersama seorang wanita.

Sampai sekarang, sepak terjang seorang Tomoe Gozen memang menjadi salah satu legenda rakyat yang terkenal di Jepang—meski bukti keberadaanya masih menjadi misteri. Ini dikarenakan bukti makamnya sulit ditemui setelah dirinya dinyatakan melarikan diri ketika kalah dalam perang tersebut.

Beberapa sumber belakangan menyebutkan, selanjutnya Tomoe menjalani kehidupan barunya dengan menjadi selir dan permaisuri dari Raja Wada Yoshimori. Namun dalam lembaran baru kehidupannya tersebut, ia berganti nama. Di makamnya, yang tertulis bukanlah nama Tomoe Gozen, melainkan pusara bertuliskan “Yamabuki Gozen”.








Sunday, March 3, 2019

Miyamoto Musashi, Kesatria Samurai yang Tak Terkalahkan Hingga 60 Pertempuran


Bagi para penggemar kisah samurai tentu sudah tahu siapa itu Miyamoto Musashi. Tapi bagi yang belum tahu, ia adalah seorang legenda samurai yang sesungguhnya di Jepang.
Kehebatannya sebagai seorang ahli pedang dan ronin atau seorang samurai tanpa tuan begitu melegenda hingga ke luar Jepang. Tapi tidak hanya itu saja, ia juga dikenal sebagai seseorang yang tidak terkalahkan dalam duel pedang.

1. Menang Duel Pertama Kali di Usia 13 Tahun

Dalam bukunya yang berjudul Go Rin No Sho (The Book of Five Rings), Musashi menjelaskan bahwa dirinya telah belajar tentang strategi sejak masih muda. Di usia yang masih sangat muda, yaitu 13 tahun, ia sudah melakukan duel pertamanya dan hebatnya berhasil memenangkan duel tersebut.
Lukisan yang menggambarkan Miyamoto Musashi [Image Source]
Lukisan yang menggambarkan Miyamoto Musashi [Image Source]
Lawan duelnya saat itu adalah Arima Kihei, seorang ahli pedang dari Shinto ryu. Saat itu Arima memasang pengumuman tantangan duel kepada publik di Hirafuku-mura. Musashi kemudian menulis namanya sendiri dan Kihei menjawab tantangan tersebut. Hanya dengan membawa tongkat panjang, Musashi berhasil menjatuhkan Kihei yang sombong dan selalu ingin bertarung. Di usia 16 tahun, ia kembali memenangkan duel dengan seorang ahli pedang hebat yaitu Akiyama dari Provinsi Tajima. Di usia 21 tahun, ia pergi ke Kyoto dan bertarung duel dengan banyak ahli pedang lainnya dari sekolah pedang terkenal, namun ia tidak pernah kalah sekalipun dalam duel tersebut.

2. Bertarung dengan Sekolah Pedang Terkemuka

Antara usia 20 hingga 21 tahun, ia mulai melakukan beberapa pertarungan melawan sekolah Yoshioka. Yoshioka adalah sekolah bela diri terbaik dari delapan sekolah yang paling terkemuka di Kyoto. Menurut Legenda, delapan sekolah ini didirikan oleh delapan orang pendeta ahli bela diri dari Gunung Kurama.
Monumen yang menandai lokasi pertempuran Musashi dan Yoshioka [Image Source]
Monumen yang menandai lokasi pertempuran Musashi dan Yoshioka [Image Source]
Ia pertama menantang Yoshioka Seijuro, kepala sekolah Yoshioka untuk duel. Dalam pertempuran tersebut Musashi menang dan berhasil melukai lengan kiri Seijuro. Kepemimpinan sekolah diambil alih oleh Yoshioka Denshichiro yang kemudian menantang Musashi untuk balas dendam. Namun sekali lagi pihak Yoshioka berhasil dikalahkan Musashi.

3. Menciptakan Teknik Bertarung dengan Dua Pedang

Dua kemenangan Musashi membuat keluarga Yoshioka marah. Yoshioka Matashichiro yang saat itu berusia 12 tahun dan menjadi kepala Yoshioka kemudian merencanakan penyerangan terhadap Musashi dengan membawa pasukan pemanah dan ahli pedang.
Miyamoto Musashi dengan dua pedang [Image Source]
Miyamoto Musashi dengan dua pedang [Image Source]
Musashi yang pada dua duel sebelumnya selalu datang terlambat kini bersiap dengan datang lebih awal dan bersembunyi. Mengetahui bahwa dirinya ternyata akan diserang, Musashi kemudian menyerang pasukan Yoshioka terlebih dulu dan berhasil membunuh Matashichiro. Para pendukung Yoshioka yang marah berusaha menyerang Musashi, dan ia pun kabur. Agar bisa pergi dan melawan para musuhnya, ia akhirnya terpaksa mencabut pedang keduanya dan mempertahankan diri dengan dua pedang. Inilah awal mula dari gaya pedang niten’ichi miliknya.

4. Berduel dengan Menggunakan Bokken atau Pedang Kayu

Dari tahun 1605 hingga 1612, ia berkelana ke segala penjuru Jepang untuk meningkatkan kemampuan berpedangnya lewat duel. Diceritakan bahwa ia tidak menggunakan katana atau pedang dalam duel yang sesungguhnya, tapi hanya menggunakan bokken atau pedang kayu.
Miyamoto Musashi dengan dua bokken [Image Source]
Miyamoto Musashi dengan dua bokken [Image Source]
Dalam kebanyakan duelnya, ia tidak pernah berusaha membunuh lawannya. Kecuali di awal memang kedua belah pihak setuju untuk bertarung sampai mati. Meski begitu, ia tidak pernah peduli dengan senjata apapun yang digunakan lawannya untuk menyerangnya. Hal inilah yang memperlihatkan kemampuannya yang hebat.

5. Bertarung dalam 60 Duel dan Tidak Terkalahkan

Ketika berada di Nara, ia bertarung dan membunuh seorang praktisi kusarigama (senjata yang mirip celurit) bernama Shishido Baiken. di Edo, ia kemudian mengalahkan Muso Gonnosuke yang dari kekalahan ini kemudian mendirikan sekolah Shinto Muso-ryu yang mengembangkan teknik untuk membalik dan mengalahkan serangan Musashi dalam duel.
Patung pertempuran Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro [Image Source]
Patung pertempuran Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro [Image Source]
Di usia sekitar 30 tahun, ia bertarung melawan Sasaki Kojiro yang dikenal dengan Iblis dari Provinsi Barat yang menggunakan senjata nodachi, sebuah pedang panjang. Dalam pertempuran tersebut, Sasaki Kojiro berhasil dikalahkan dan tewas terbunuh hanya dengan pedang bokken.

6. Meninggal Dunia dengan Tenang

Pada tahun 1641, ia mulai menulis buku. Buku pertamanya yang berjudul Hyoho Sanju Go (35 Instruksi dalam Strategi) yang menjadi dasar bukunya yang terkenal, Go Rin No Sho. Ia yang mulai sakit-sakitan akhirnya mengungsi ke dalam gua untuk menulis buku Go Rin No Sho. Merasakan bahwa dirinya akan segera meninggal, Musashi mewariskan segala barang duniawi miliknya.
Penanda makam Musashi [Image Source]
Penanda makam Musashi [Image Source]
Ia kemudian menyerahkan manuskrip buku karyanya kepada adiknya, Terao Magonojo yang juga murid terdekatnya. Di momen kematiannya, ia bangkit dan mengencangkan ikat pinggannya. Ia duduk dengan posisi satu kaki diangkat. Tangan kiri bertumpu pada pedang, tangan kanan bertumpu pada tongkat. Ia kemudian meninggal dalam posisi ini di usia 62 tahun. Ia meninggal dengan tenang dan bukan dalam sebuah duel. Seorang legenda dikenang berkat keahlian, prestasi, dan kemampuannya selama hidup. Hal itu pulalah yang membuat Musashi masih menjadi legenda samurai yang hebat hingga sekarang. Apapun senjata yang dibawa musuh, ia tidak mundur dan gentar untuk maju berduel. Keberanian inilah yang juga menunjukkan bahwa ia patut menjadi seorang legenda samurai.



Sumber  https://www.boombastis.com/miyamoto-musashi/51584

Fakta Mengerikan Seppuku, Ritual Bunuh Diri dari Jepang yang Melegenda

Jepang selalu dikenal dengan budayanya yang sangat unik dan aneh. Salah satu budaya yang aneh atau mungkin agak seram adalah seppuku. Ritual bunuh diri yang banyak dilakukan oleh samurai Jepang di masa lalu ini menjadi legenda. Bahkan sering dimunculkan dalam beberapa film dunia yang memiliki setting Jepang.

1. Tidak Bisa Dilakukan Oleh Siapa Saja

Orang yang pertama kali melakukan seppuku adalah Minamoto no Yorimasa saat terjadi Perang Uji di tahun 1180. Sejak saat itu seppuku sering dilakukan oleh siapa saja yang menjalani kehidupan bushido atau jalan hidup samurai. Lambat laun budaya seppuku ini terus dikembangkan hingga memiliki upacara tersendiri di awal abad ke-17.
Seppu pertama dilakukan di tahun 1180 [image source]
Seppu pertama dilakukan di tahun 1180 [image source]
Seppuku tidak bisa dilakukan oleh siapa saja, terlebih jika ia hanyalah rakyat biasa. Seppuku hanya dilakukan oleh samurai yang ingin menjaga harga dirinya. Mereka akan memotong perut mereka hingga meninggal dunia dan mempertahankan harga diri yang harganya melebihi nyawa mereka sendiri.

2. Melakukan Seppuku Harus Berdasarkan Perintah

Tidak semua orang bisa melakukan seppuku, hanya mereka yang menjalankan bushido saja yang bisa. Selain itu, samurai pun tak bisa melakukan ritual mengerikan ini secara tiba-tiba. Mereka harus meminta izin terlebih dahulu kepada daimyo atau penguasa yang membawahi para samurai. Jika daimyo mengizinkan, maka mereka akan melakukannya dengan sesegera mungkin.
Seppuku dilakukan atas perintah daimyo [image source]
Seppuku dilakukan atas perintah daimyo [image source]
Daimyo biasanya mengizinkan para samurai melakukan seppuku agar mereka tidak ditangkap musuh. Atau disiksa musuh dengan sangat mengerikan. Para samurai lebih suka membunuh dirinya sendiri daripada kalah dan harus masuk ke wilayah musuh sebagai tahanan. Seppuku bukan perkara memotong perut lalu semuanya selesai. Tapi juga masalah harga diri dan juga ketaatan kepada para pemimpin.

3. Seppuku Untuk Perdamaian Antar Wilayah

Seppuku biasanya dilakukan oleh samurai dengan izin dari daimyo. Selain itu mereka juga biasanya melakukan hal itu jika daimyo telah meninggal. Bukti kesetiaan itu dilakukan dengan memotong perut mereka hingga ajal datang menjemput. Apa yang dilakukan oleh samurai ini mirip dengan budak yang biasanya ikut dikubur saat majikannya meninggal dunia.
Seppuku untuk perdamaian dengan musuh [image source]
Seppuku untuk perdamaian dengan musuh [image source]
Selain masalah harga diri dan kesetiaan. Seppuku biasanya juga dilakukan untuk sebuah perdamaian. Daimyo akan memanggil samurai yang diinginkan musuh dan menyuruhnya bunuh diri. Samurai ini dianggap sangat hebat hingga harus segera mati agar keamanan antar dua wilayah bisa dikendalikan. Setelah samurai melakukan ritual, dua wilayah biasanya baru akan melakukan perjanjian baru agar tidak terjadi perang.

4. Seppuku yang Dilakukan Oleh Wanita

Seppuku hanya dilakukan oleh samurai saja. Namun, seorang wanita bisa melakukan hal serupa dengan memotong bagian tubuhnya sendiri. Apa yang dilakukan oleh wanita yang biasanya istri samurai ini dinamakan dengan Jigai. Ia akan memotong lehernya dengan cepat untuk membuatnya mati dengan cepat. Selain itu hal ini dilakukan agar tak ada orang yang bisa mencegahnya.
Seppuku yang dilakukan oleh wanita [image source]
Seppuku yang dilakukan oleh wanita [image source]
Selain untuk menunjukkan kesetiaan kepada suami yang telah meninggal akibat seppuku. Para wanita ini juga melakukan bunuh diri untuk menghindari penangkapan musuh. Dengan membunuh dirinya sendiri, mereka akan menghindari tindak asusila yang dilakukan musuh. Dengan begitu, mereka akan menjaga kehormatan sebagai seorang istri.

5. Ritual yang Mengerikan Namun Tetap Dilakukan

Seppuku tidak dilakukan dengan tanpa upacara. Biasanya samurai yang akan melakukan seppuku disuruh untuk menyantap makanan terakhirnya. Mereka pun disuruh mandi dan mengenakan pakaian seba putih. Saat melakukan ritual mereka akan menusuk perut beberapa kali agar wajahnya menampakkan kesakitan. Dengan wajah kesakitan inilah mereka dianggap sangat berani dan mau mengorbankan jiwanya untuk daimyo.
Ritual Seppuku yang dilakukan oleh samurai [image source]
Ritual Seppuku yang dilakukan oleh samurai [image source]
Setelah perut terbelah dengan sempurna, samurai akan menegakkan kepalanya. Di sinilah proses terakhir seppuku akan terjadi. Seorang samurai lain di belakang akan siap memenggal kepala dari samurai agar rasa sakitnya segera hilang. Dari sini ritual seppuku selesai dan harga diri samurai serta daimyo akan tetap terjaga.


Sumber https://www.boombastis.com/ritual-seppuku/58286

Anime Hyperdimension Neptunia Akan Mendapatkan OVA

Pada acara “Dengeki Game Fes 2019” hari Sabtu Compile Heart mengumumkan OVA baru untuk Hyperdimension Neptunia akan diproduksi. OVA aka...